Pelaihari-  Pelatihan hari kedua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Melakukan praktek stek batang kopi yang dibimbing langsung oleh narasumber Bapak Selamet Paimin dari Pusdiklat SDM Bogor(14/09/2021)

Rendahnya kualitas tanaman kopi di Indonesia terkadang disebabkan oleh kualitas biji kopi yang digunakan dalam teknik penanaman. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan stek batang tanaman kopi, untuk menghasilkan tanaman yang berbuah lebat dan cepat masa pertumbuhannya.

Stek batang adalah teknik perbanyakan pohon dengan cara penyambungan antara pucuk batang dan cabang-cabang lain dari pohon kopi. Tanaman kopi yang menggunakan teknik Stek Batang adalah Kopi Robusta karena teknik pengembangbiakan dengan cara vegetatif.

 

Beberapa teknik yang diajarkan dalam pelatihan tersebut adalah 
Pemilihan indukan, 
Memilih tunas tanaman pohon kopi yang berumur kurang lebih dua tahun atau lebih, pilih batang tua yang sudah besar sehingga akan cepat berbuah. Kemudian pilih cabang pohon kopi yang unggul dan yang menghasilan buah banyak.

 

Penyetekan Tanaman Kopi
Pilih cabang yang berusia 3-6 bukan, sudah berwarna cokelat. Buat potongan dibagian ruas 2-4 dari pucuk dan sebaliknya, pemotongan dilakukan miring, ujung stek meruncing. Pemanjangan pemotongan kira-kira 10cm, lalu potong setengah dari belahan daun untuk mengurangi proses penguapan. Simpan kelembaban cabang yang dipotong didalam karung yang lembab agar idak mongering karena angin. Setelah memotong cabang rendam dasar pemotongan ke dalam cairan yang merangsang akar. Lakukan penyetekan pada waktu akhir musim hujan.

 

Dengan diadakan nya pelatihan ini di harapkan agar kelompok tani hutan (KTH) yang ada di wilayah KPH Tanah Laut dapat lebih terampil dalam pengembangan tanaman kopi untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas biji kopi yang baik dan berkualitas.

Pembuat Laporan
(Arya Hartana,  SE_ KPH Tala)

cloud
cloud

Hari Kedua Training Workshop Peningkatan Tanaman Kopi Secara Vegetatif, Peserta : Kami Semangat.


blog

Pelaihari-  Pelatihan hari kedua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Melakukan praktek stek batang kopi yang dibimbing langsung oleh narasumber Bapak Selamet Paimin dari Pusdiklat SDM Bogor(14/09/2021)

Rendahnya kualitas tanaman kopi di Indonesia terkadang disebabkan oleh kualitas biji kopi yang digunakan dalam teknik penanaman. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan stek batang tanaman kopi, untuk menghasilkan tanaman yang berbuah lebat dan cepat masa pertumbuhannya.

Stek batang adalah teknik perbanyakan pohon dengan cara penyambungan antara pucuk batang dan cabang-cabang lain dari pohon kopi. Tanaman kopi yang menggunakan teknik Stek Batang adalah Kopi Robusta karena teknik pengembangbiakan dengan cara vegetatif.

 

Beberapa teknik yang diajarkan dalam pelatihan tersebut adalah 
Pemilihan indukan, 
Memilih tunas tanaman pohon kopi yang berumur kurang lebih dua tahun atau lebih, pilih batang tua yang sudah besar sehingga akan cepat berbuah. Kemudian pilih cabang pohon kopi yang unggul dan yang menghasilan buah banyak.

 

Penyetekan Tanaman Kopi
Pilih cabang yang berusia 3-6 bukan, sudah berwarna cokelat. Buat potongan dibagian ruas 2-4 dari pucuk dan sebaliknya, pemotongan dilakukan miring, ujung stek meruncing. Pemanjangan pemotongan kira-kira 10cm, lalu potong setengah dari belahan daun untuk mengurangi proses penguapan. Simpan kelembaban cabang yang dipotong didalam karung yang lembab agar idak mongering karena angin. Setelah memotong cabang rendam dasar pemotongan ke dalam cairan yang merangsang akar. Lakukan penyetekan pada waktu akhir musim hujan.

 

Dengan diadakan nya pelatihan ini di harapkan agar kelompok tani hutan (KTH) yang ada di wilayah KPH Tanah Laut dapat lebih terampil dalam pengembangan tanaman kopi untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas biji kopi yang baik dan berkualitas.

Pembuat Laporan
(Arya Hartana,  SE_ KPH Tala)

2   0
Bagikan :

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini