Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu komoditas perikanan asli Indonesia yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Macam-macam produk buaya muara seperti kulit, daging, tangkur, empedu, kulit dan gigi, serta mempunyai nilai eksotik sebagai obyek ekowisata. Di Indonesia satwa ini buaya muara dilindungi oleh UU No 32 Tahun 2009, PP No 7 dan 8 Tahun 2009. Menurut CITES Crocodylus porosus masuk di dalam daftar Appendix 1 yang artinya perdagangan satwa jenis ini pada prinsipnya dilarang oleh undang undang, namun regulasi perdagangan komoditas macam-macam produk buaya diatur oleh negara sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 44/M-DAG/PEK/7/2012. Macam-macam produk buaya yang dapat dijual-belikan adalah produk dari usaha penangkaran setelah anakan pada tingkat keturunan F2. Spesifikasi produk yang banyak dibutuhkan industri adalah dari buaya yang dipotong pada umur antara 2,5- 3 tahun. Sehingga dihasilkan kulit yang mempunyai kualifikasi baik dan ukuran kulit lebar bukaan dada antara 16-20 cm. Kulit, tangkur dan gigi dijual dalam keadaan kering, sedangkan daging dan empedu dalam keadaan beku. Kelas Perusahaan Buaya merupakan usaha yang berbasiskan pada pelestarian plasma nutfah, perlindungan hutan lahan gambut, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Keuntungan usaha budidaya buaya muara ini didukung oleh potensi biofisik (habitat) buaya muara, lokasi usaha yang strategis, serta didukung oleh jaringan pemasaran yang memadai. Kelas Perusahaan Buaya membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 200.972.000,- selama periode usaha 20 tahun dengan biaya penyusutan Rp 21.648.360,- setiap tahun. Upah tenaga kerja untuk membayar tenaga kerja tetap dan tenaga harian, saat panen sebesar Rp 109.000.000,- Biaya input bahan dan alat sebesar Rp 469.000.000,- dan biaya lain-lain sebesar Rp 5.000.000,-. Biaya Total Rp 12.076.944.000,- dan Penerimaan kotor sebesar Rp 20.996.352.934,-. Karena Kelas Perusahaan Buaya baru ada penerimaan pada tahun ke IV maka peneriman bersih per tahun pada tahun ke 3 tidak dapat disampaikan. Payback Periode baru dicapai setelah 10 tahun, keuntungan dicapai pada satu putaran usaha selama 20 tahun (NPV) tingkat bunga 10% sebanyak Rp 1.735.764.059,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 802.931.812,- Tingkat pengembalian bunga Kelas Perusahaan Buaya 21%. Net B/C Ratio sebesar 1,74. Simulasi jika terjadi kenaikan biaya sebesar 10 % maka Payback Periode 10 tahun, (NPV) tingkat bunga 10% sebanyak Rp 1.296.858.766,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 478.604.451,- Tingkat pengembalian bunga Kelas Perusahaan Buaya 18%, Net B/C Ratio sebesar 1,58. Namun jika pendapatan naik sebesar 10 % maka Payback Periode 9 tahun, (NPV) tingkat bunga 10% sebanyak Rp 2.348.245.758,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 1.207.552.355,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 478.604.451, Tingkat pengembalian bunga Kelas Perusahaan Buaya 24 %, Net B/C Ratio naik hingga sebesar 1,91



Rencana Bisnis Buaya Bono KPH Tasik Besar Serkap
Executive Summary Investasi Buaya Bono
0,00% Complete

IDR Rp. 0 Dari Rp. 20.996.352.934

Pendukung

Tanggal dibuat

0   0

 KPH Batulanteh, Nusa Tenggara Barat
cloud

Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu komoditas perikanan asli Indonesia yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Macam-macam produk buaya muara seperti kulit, daging, tangkur, empedu, kulit dan gigi, serta mempunyai nilai eksotik sebagai obyek ekowisata. Di Indonesia satwa ini buaya muara dilindungi oleh UU No 32 Tahun 2009, PP No 7 dan 8 Tahun 2009. Menurut CITES Crocodylus porosus masuk di dalam daftar Appendix 1 yang artinya perdagangan satwa jenis ini pada prinsipnya dilarang oleh undang undang, namun regulasi perdagangan komoditas macam-macam produk buaya diatur oleh negara sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 44/M-DAG/PEK/7/2012. Macam-macam produk buaya yang dapat dijual-belikan adalah produk dari usaha penangkaran setelah anakan pada tingkat keturunan F2. Spesifikasi produk yang banyak dibutuhkan industri adalah dari buaya yang dipotong pada umur antara 2,5- 3 tahun. Sehingga dihasilkan kulit yang mempunyai kualifikasi baik dan ukuran kulit lebar bukaan dada antara 16-20 cm. Kulit, tangkur dan gigi dijual dalam keadaan kering, sedangkan daging dan empedu dalam keadaan beku. Kelas Perusahaan Buaya merupakan usaha yang berbasiskan pada pelestarian plasma nutfah, perlindungan hutan lahan gambut, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Keuntungan usaha budidaya buaya muara ini didukung oleh potensi biofisik (habitat) buaya muara, lokasi usaha yang strategis, serta didukung oleh jaringan pemasaran yang memadai. Kelas Perusahaan Buaya membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 200.972.000,- selama periode usaha 20 tahun dengan biaya penyusutan Rp 21.648.360,- setiap tahun. Upah tenaga kerja untuk membayar tenaga kerja tetap dan tenaga harian, saat panen sebesar Rp 109.000.000,- Biaya input bahan dan alat sebesar Rp 469.000.000,- dan biaya lain-lain sebesar Rp 5.000.000,-. Biaya Total Rp 12.076.944.000,- dan Penerimaan kotor sebesar Rp 20.996.352.934,-. Karena Kelas Perusahaan Buaya baru ada penerimaan pada tahun ke IV maka peneriman bersih per tahun pada tahun ke 3 tidak dapat disampaikan. Payback Periode baru dicapai setelah 10 tahun, keuntungan dicapai pada satu putaran usaha selama 20 tahun (NPV) tingkat bunga 10% sebanyak Rp 1.735.764.059,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 802.931.812,- Tingkat pengembalian bunga Kelas Perusahaan Buaya 21%. Net B/C Ratio sebesar 1,74. Simulasi jika terjadi kenaikan biaya sebesar 10 % maka Payback Periode 10 tahun, (NPV) tingkat bunga 10% sebanyak Rp 1.296.858.766,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 478.604.451,- Tingkat pengembalian bunga Kelas Perusahaan Buaya 18%, Net B/C Ratio sebesar 1,58. Namun jika pendapatan naik sebesar 10 % maka Payback Periode 9 tahun, (NPV) tingkat bunga 10% sebanyak Rp 2.348.245.758,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 1.207.552.355,- dan (NPV) tingkat bunga 14% sebanyak Rp 478.604.451, Tingkat pengembalian bunga Kelas Perusahaan Buaya 24 %, Net B/C Ratio naik hingga sebesar 1,91

Albert Ricia

 KPH Batulanteh, Nusa Tenggara Barat
Galeri
discus people
discus people

Ada pertanyaan mengenai peluang investasi ini? Diskusikan pada kolom komentar ini

Peluang Investasi Serupa