BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keberadaan Gua Marmer di Desa Sungaibakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai mendapat perhatian berbagai pihak. Itu setelah sejak sekitar dua bulan lalu Dinas Pariwisata (Dispar) Tala bersama warga setempat kembali 'menyentuh' objek wisata alam yang pernah ramai dikunjungi wistawan tersebut pada beberapa tahun silam. Gua Marmer tersebut direncanakan akan kembali dikelola menjadi wisata alam. Warga setempat pun sekitar dua bulan lalu juga telah gotong-royong membersihkan jalur menuju lokasi. Termasuk memajang papan pelang nama. Dispar Tala pun juga menyediakan beberapa papan nama penunjuk arah.

"Bagus lah kalau Gua Marmer ditata lagi kayak dulu. Kebetulan saya termasuk orang yang senang wisata alam yang nagural kayak goa gitu," ucap Pahrani, warga Pelaihari, Senin (30/11/2020).

Ia mengatakan dulu pernah beberapa kali menjelajahi Gua Marmer. Karena itu dirinya senang jika sekarang 'harta' alam tersebut kini kembali dikelola.

Pada Minggu (29/11/2020) kemarin, sejumlah elemen melakukan aksi bersama di Gua Marmer. Kegiatannya berupa penanaman pohon guna lebih menghijaukan kawasan setempat. Kegiatan itu melinarkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kesatuan Pengelola Hutan Tanahlaut, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sakatalu Berkarya Desa Sungaibakar.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel Suprastowo juga turut andil. Selain itu juga meliantkan para pegiat lingkungan dari Cyber Adventure Indonesia. Organisasi ini merupakan NGO lingkungan yang konsen melakukan kampanye penyelematan lingkungan melalui media teknologi informasi dan inisiator Gerakan Tanam dan Asuh Pohon.

Kepala KPH Tanahlaut Rahmat Riansyah menegaskan pentingnya pohon dan hutan sebagai penyangga kehidupan. Pasalnya, kebutuhan oksigen manusia sangat bergantung dengan oksigen yang dihasilkan pohon. Bakal terjadi hal yang buruk bagi manusia jika pohon dan hutan habis dieksploitasi. Dikatakannya, dulu Kalimantan sangat bergantung pada hasil hutan dan kemudian bergantung pada hasil tambang. Lambat laun kerusakan lingkungan tidak dapat diatasi lagi. Karena itu kegiatan penanaman pohon diharapkan dapat menjadi sumbangsih bagi perbaikan lingkungan, khususnya sebagai peninggalan untuk anak cucu di masa depan.

Pohon yang ditanam di kawasan Gua Marmer merupakan bibit unggul dari pembibitan milik KPH Tanahlaut.
Di antaranya, durian, mangga dan lengkeng. Penanaman pohon produktif tersebut bertujuan agar kelak dapat diambil manfaat oleh masyarakat setempat khususnya anggota KTH di wilayah Sungaibakar.
 

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Sejumlah Elemen Hijaukan Gua Marmer Tanahlaut, Tanaman Buah ini yang Ditanam, https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/11/30/sejumlah-elemen-hijaukan-gua-marmer-tanahlaut-tanaman-buah-ini-yang-ditanam?page=2.
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti



 



 




 

cloud
cloud

Sejumlah Elemen Hijaukan Gua Marmer Tanah Laut, Tanaman Buah Ini Yang Ditanam


blog

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keberadaan Gua Marmer di Desa Sungaibakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai mendapat perhatian berbagai pihak. Itu setelah sejak sekitar dua bulan lalu Dinas Pariwisata (Dispar) Tala bersama warga setempat kembali 'menyentuh' objek wisata alam yang pernah ramai dikunjungi wistawan tersebut pada beberapa tahun silam. Gua Marmer tersebut direncanakan akan kembali dikelola menjadi wisata alam. Warga setempat pun sekitar dua bulan lalu juga telah gotong-royong membersihkan jalur menuju lokasi. Termasuk memajang papan pelang nama. Dispar Tala pun juga menyediakan beberapa papan nama penunjuk arah.

"Bagus lah kalau Gua Marmer ditata lagi kayak dulu. Kebetulan saya termasuk orang yang senang wisata alam yang nagural kayak goa gitu," ucap Pahrani, warga Pelaihari, Senin (30/11/2020).

Ia mengatakan dulu pernah beberapa kali menjelajahi Gua Marmer. Karena itu dirinya senang jika sekarang 'harta' alam tersebut kini kembali dikelola.

Pada Minggu (29/11/2020) kemarin, sejumlah elemen melakukan aksi bersama di Gua Marmer. Kegiatannya berupa penanaman pohon guna lebih menghijaukan kawasan setempat. Kegiatan itu melinarkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kesatuan Pengelola Hutan Tanahlaut, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sakatalu Berkarya Desa Sungaibakar.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel Suprastowo juga turut andil. Selain itu juga meliantkan para pegiat lingkungan dari Cyber Adventure Indonesia. Organisasi ini merupakan NGO lingkungan yang konsen melakukan kampanye penyelematan lingkungan melalui media teknologi informasi dan inisiator Gerakan Tanam dan Asuh Pohon.

Kepala KPH Tanahlaut Rahmat Riansyah menegaskan pentingnya pohon dan hutan sebagai penyangga kehidupan. Pasalnya, kebutuhan oksigen manusia sangat bergantung dengan oksigen yang dihasilkan pohon. Bakal terjadi hal yang buruk bagi manusia jika pohon dan hutan habis dieksploitasi. Dikatakannya, dulu Kalimantan sangat bergantung pada hasil hutan dan kemudian bergantung pada hasil tambang. Lambat laun kerusakan lingkungan tidak dapat diatasi lagi. Karena itu kegiatan penanaman pohon diharapkan dapat menjadi sumbangsih bagi perbaikan lingkungan, khususnya sebagai peninggalan untuk anak cucu di masa depan.

Pohon yang ditanam di kawasan Gua Marmer merupakan bibit unggul dari pembibitan milik KPH Tanahlaut.
Di antaranya, durian, mangga dan lengkeng. Penanaman pohon produktif tersebut bertujuan agar kelak dapat diambil manfaat oleh masyarakat setempat khususnya anggota KTH di wilayah Sungaibakar.
 

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Sejumlah Elemen Hijaukan Gua Marmer Tanahlaut, Tanaman Buah ini yang Ditanam, https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/11/30/sejumlah-elemen-hijaukan-gua-marmer-tanahlaut-tanaman-buah-ini-yang-ditanam?page=2.
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti



 



 




 

2   0

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini