TARAKAN - Pada Jum'at (2/2) pagi, sekitar 80-an Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS di lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan mengikuti kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan persemaian mangrove, belakang Islamic Center Tarakan, Kelurahan Kampung IV, Kecamatan Tarakan Timur. Kegiatan ini turut didukung oleh Wetland International Indonesia.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands Day (WWD) 2024 yang jatuh pada hari yang sama. Kepala UPTD KPH Kota Tarakan, Ridwanto Suma pada apel pembukaan kegiatan penanaman menuturkan bahwa pada tahun ini, WWD mengangkat tema 'Wetlands and Human Wellbeing' yang artinya 'Lahan Basah dan Kesejahteraan Manusia'. "Kebutuhan air untuk konsumsi manusia, pertanian dan energi semakin meningkat. Dengan meningkatkan pengelolaan air dan pemulihan lahan basah, persediaan air dapat terjaga. Inilah inti dari peringatan WWD 2024," kata Suma.

Sebagai informasi, lahan basah atau wetland adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Wilayah-wilayah itu sebagian atau seluruhnya kadang-kadang tergenangi oleh lapisan air yang dangkal. "Tarakan, sebagai sebuah wilayah kepulauan sangat berharap pada kelestarian lingkungan di lahan basah. Terlebih pada musim kemarau seperti saat ini," tuturnya. Pada kegiatan ini, juga dilakukan penyebaran propagul mangrove. Propagul mangrove merupakan mekanisme buah mangrove yang memiliki sifat vivipari. Propagul mangrove yang digunakan sebaiknya sudah matang yang ditandai dengan adanya cincin kuning pada kepala 'buahnya'. Praktisnya, propagul siap tanam akan jatuh sendiri dari induknya sehingga hanya perlu dikumpulkan saja buahnya.(*/tim)
cloud
cloud

WWD 2024, KPH Tarakan Gelar Penanaman Mangrove


blog

TARAKAN - Pada Jum'at (2/2) pagi, sekitar 80-an Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS di lingkup Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan mengikuti kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan persemaian mangrove, belakang Islamic Center Tarakan, Kelurahan Kampung IV, Kecamatan Tarakan Timur. Kegiatan ini turut didukung oleh Wetland International Indonesia.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands Day (WWD) 2024 yang jatuh pada hari yang sama. Kepala UPTD KPH Kota Tarakan, Ridwanto Suma pada apel pembukaan kegiatan penanaman menuturkan bahwa pada tahun ini, WWD mengangkat tema 'Wetlands and Human Wellbeing' yang artinya 'Lahan Basah dan Kesejahteraan Manusia'. "Kebutuhan air untuk konsumsi manusia, pertanian dan energi semakin meningkat. Dengan meningkatkan pengelolaan air dan pemulihan lahan basah, persediaan air dapat terjaga. Inilah inti dari peringatan WWD 2024," kata Suma.

Sebagai informasi, lahan basah atau wetland adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Wilayah-wilayah itu sebagian atau seluruhnya kadang-kadang tergenangi oleh lapisan air yang dangkal. "Tarakan, sebagai sebuah wilayah kepulauan sangat berharap pada kelestarian lingkungan di lahan basah. Terlebih pada musim kemarau seperti saat ini," tuturnya. Pada kegiatan ini, juga dilakukan penyebaran propagul mangrove. Propagul mangrove merupakan mekanisme buah mangrove yang memiliki sifat vivipari. Propagul mangrove yang digunakan sebaiknya sudah matang yang ditandai dengan adanya cincin kuning pada kepala 'buahnya'. Praktisnya, propagul siap tanam akan jatuh sendiri dari induknya sehingga hanya perlu dikumpulkan saja buahnya.(*/tim)
2   0
Bagikan :

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini