Foto : Erika Kartika.

SULTENG RAYA – Junior Environmental Safeguard Specialist (JESS) Kota Palu, Erika Kartika, optimistis menyukseskan pendampingan Forest Investment Program (FIP-2), dalam rangka pengawasan pengelolaan lingkungan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dampelas-Tinombo.

Ia menjelaskan, pendampingan tersebut dalam rangkan meningkatkan kapasitas dan posisi tawar petani pengelola usaha perhutanan social, sehingga mengoptimalkan manfaat dari komoditas hasil hutan yang diproduksi.

“Saat ini terdapat 10 KTH Dampelas-Tinombo yang terdata dan masuk dalam program FIP-2 ini, terdiri dari empat KTH di wilayah Dampelas yakni, KTH Alam Lestari, KTH Harapan Kita, KTH Maju Bersama dan KTH Mentari. Sementara itu, enam KTH di Tinombo, yakni, KTH Mitra Tani, KTH Mattuju-tuju, KTH Puncak Hijau, KTH Hutan Lestari, KTH Rimba Lestari dan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Seroja,” kata Erika, Sabtu (25/6/2022).

Ia menjelaskan, dalam rangka menyukseskan program FIP-2 tersebut, pihaknya rutin melakukan kunjungan, pendampingan dan pengarahan sebulan sekali kepada KTH Dampelas-Tinombo.

Menurutnya, kegiatan pendampingan akan dilaksanakan hingga enam tahun. Selanjutnya, setahun sekali dilakukan evaluasi sesuai standar pengelolaan lingkungan yang berlaku.

“Saat ini sudah terlihat perkembangan dari usaha KTH tersebut, misalnya di wilayah Tinombo, KTH Mattuju Tuju yang dulunya produksi gula semut dengan pasaran yang hanya masyarakat sekitar, sekarang sudah mulai bertambah. Terus juga KTH Alam Lestari, dulunya mereka cuman membuat gula batok biasa, sekarang karena permintaan pasar yang tinggi, mereka mulai memproduksi gula cair,”ungkap Erika.

Ia berharap, setelah pendampingan selesai, seluruh KTH dapat mandiri dan usahanya semakin berkembang.

“Target yang hendak dicapai dari program pendampingan ini, adalah untuk memberikan kemampuan dan pemahaman bagi 10 KTH di wilayah Dampelas-Tinombo agar dapat secara mandiri mengembangkan usahanya, seperti usaha pengelolaan gula aren, gula cair, gula batok dan usaha-usaha lainnya,” terangnya. CR1

Sumber : https://sultengraya.com

cloud
cloud

JESS Palu Optimistis Sukseskan Pendampingan KTH Dampelas-Tinombo


blog

Foto : Erika Kartika.

SULTENG RAYA – Junior Environmental Safeguard Specialist (JESS) Kota Palu, Erika Kartika, optimistis menyukseskan pendampingan Forest Investment Program (FIP-2), dalam rangka pengawasan pengelolaan lingkungan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dampelas-Tinombo.

Ia menjelaskan, pendampingan tersebut dalam rangkan meningkatkan kapasitas dan posisi tawar petani pengelola usaha perhutanan social, sehingga mengoptimalkan manfaat dari komoditas hasil hutan yang diproduksi.

“Saat ini terdapat 10 KTH Dampelas-Tinombo yang terdata dan masuk dalam program FIP-2 ini, terdiri dari empat KTH di wilayah Dampelas yakni, KTH Alam Lestari, KTH Harapan Kita, KTH Maju Bersama dan KTH Mentari. Sementara itu, enam KTH di Tinombo, yakni, KTH Mitra Tani, KTH Mattuju-tuju, KTH Puncak Hijau, KTH Hutan Lestari, KTH Rimba Lestari dan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Seroja,” kata Erika, Sabtu (25/6/2022).

Ia menjelaskan, dalam rangka menyukseskan program FIP-2 tersebut, pihaknya rutin melakukan kunjungan, pendampingan dan pengarahan sebulan sekali kepada KTH Dampelas-Tinombo.

Menurutnya, kegiatan pendampingan akan dilaksanakan hingga enam tahun. Selanjutnya, setahun sekali dilakukan evaluasi sesuai standar pengelolaan lingkungan yang berlaku.

“Saat ini sudah terlihat perkembangan dari usaha KTH tersebut, misalnya di wilayah Tinombo, KTH Mattuju Tuju yang dulunya produksi gula semut dengan pasaran yang hanya masyarakat sekitar, sekarang sudah mulai bertambah. Terus juga KTH Alam Lestari, dulunya mereka cuman membuat gula batok biasa, sekarang karena permintaan pasar yang tinggi, mereka mulai memproduksi gula cair,”ungkap Erika.

Ia berharap, setelah pendampingan selesai, seluruh KTH dapat mandiri dan usahanya semakin berkembang.

“Target yang hendak dicapai dari program pendampingan ini, adalah untuk memberikan kemampuan dan pemahaman bagi 10 KTH di wilayah Dampelas-Tinombo agar dapat secara mandiri mengembangkan usahanya, seperti usaha pengelolaan gula aren, gula cair, gula batok dan usaha-usaha lainnya,” terangnya. CR1

Sumber : https://sultengraya.com

0   0
Bagikan :

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini