ASA DI BUKIT SERIBU - Manajemen Kolaboratif Pengelolaan Hutan Jati Unggul Nusantara (JUN)

Luas hutan produksi yang dikelola Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta (Balai KPH Yogyakarta) berdasarkan SK Menteri LHK No.122 Tahun 2018 adalah sekitar 13.421 hektare (ha) yang terdapat di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo. Terdapat kurang lebih 44 desa hutan di Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah total kepala keluarga (KK) mencapai 42.939 dan 18,62% di antara mereka tergolong dalam klasifikasi KK miskin. Terbatasnya akses dan peluang masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hutan merupakan salah satu faktor penyebab kemiskinan. Hal ini dapat memicu masyarakat sekitar hutan untuk memanfaatkan hasil hutan kayu secara ilegal yang akan sangat berdampak pada kelestarian ekosistem hutan.

Collaborative forest management atau manajemen hutan secara kolaboratif dengan mengusung konsep kerjasama yang melibatkan beberapa pemangku kepentingan (pemerintah, investor, dan masyarakat) dinilai menjadi solusi cepat dan tepat dalam menyelesaikan permasalah pengelolaan hutan dengan mengedepankan kesadaran masyarakat dalam kepemilikan terhadap sumber daya hutan. Pengentasan kemiskinan masyarakat sekitar hutan merupakan salah satu kunci sukses dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan.

Kegiatan timber management merupakan salah satu solusi terhadap timber extraction dengan mengutamakan prinsip kelestarian produksi kayu dengan pembangunan atau penanaman hutan, pemeliharaan dan pemanenan. Adanya inisiasi manajemen hutan kolaboratif dalam pembangunan hutan Jati Unggul Nusantara (JUN) antara Dinas LHK, PT. Surya Sylva Mataram dan masyarakat sekitar hutan telah selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yaitu pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG’s 8), menjaga ekosistem daratan (SDG’s 15) dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama (SDG’s 17). Kerjasama JUN pada kawasan hutan produksi seluas 1.000 Ha ini diharapkan mampu mewujudkan “Masyarakat Sejahtera, Hutan Lestari”.

Sumber; Youtube

cloud
cloud

ASA di Bukit Seribu


ASA DI BUKIT SERIBU - Manajemen Kolaboratif Pengelolaan Hutan Jati Unggul Nusantara (JUN)

Luas hutan produksi yang dikelola Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta (Balai KPH Yogyakarta) berdasarkan SK Menteri LHK No.122 Tahun 2018 adalah sekitar 13.421 hektare (ha) yang terdapat di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo. Terdapat kurang lebih 44 desa hutan di Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah total kepala keluarga (KK) mencapai 42.939 dan 18,62% di antara mereka tergolong dalam klasifikasi KK miskin. Terbatasnya akses dan peluang masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hutan merupakan salah satu faktor penyebab kemiskinan. Hal ini dapat memicu masyarakat sekitar hutan untuk memanfaatkan hasil hutan kayu secara ilegal yang akan sangat berdampak pada kelestarian ekosistem hutan.

Collaborative forest management atau manajemen hutan secara kolaboratif dengan mengusung konsep kerjasama yang melibatkan beberapa pemangku kepentingan (pemerintah, investor, dan masyarakat) dinilai menjadi solusi cepat dan tepat dalam menyelesaikan permasalah pengelolaan hutan dengan mengedepankan kesadaran masyarakat dalam kepemilikan terhadap sumber daya hutan. Pengentasan kemiskinan masyarakat sekitar hutan merupakan salah satu kunci sukses dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan.

Kegiatan timber management merupakan salah satu solusi terhadap timber extraction dengan mengutamakan prinsip kelestarian produksi kayu dengan pembangunan atau penanaman hutan, pemeliharaan dan pemanenan. Adanya inisiasi manajemen hutan kolaboratif dalam pembangunan hutan Jati Unggul Nusantara (JUN) antara Dinas LHK, PT. Surya Sylva Mataram dan masyarakat sekitar hutan telah selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yaitu pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG’s 8), menjaga ekosistem daratan (SDG’s 15) dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama (SDG’s 17). Kerjasama JUN pada kawasan hutan produksi seluas 1.000 Ha ini diharapkan mampu mewujudkan “Masyarakat Sejahtera, Hutan Lestari”.

Sumber; Youtube


 Unduh Berkas sini.

0   0

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini