Tiga orang mahasiswa PKL Prodi Kehutanan UNRAM (Bambang Patmaraga, Maika Putri, dan Diajeng Aulya) berkunjung ke rumah Bapak Mustafa, Ketua KTH Hijau Makmur, Desa Gelangsar pada Sabtu (25/07/2020). Siang itu, ketiga mahasiswa tersebut ditemani oleh Kepala Resort Meninting I Wayan Teker, SP dan Bakti Rimbawan Arman. Banyak cerita tentang madu trigona sepanjang pertemuan siang itu. Pertanyaan-pertanyaan khas mahasiswa yang sedikit interogatif kadang-kadang muncul saat itu yang harus dijawab oleh Pak Mustafa. Sambil memegang daftar pertanyaan dan pulpen di tangannya, adik-adik mahasiswa PKL mencatat semua jawaban Pak Mustafa di dalam buku catatan mereka.

Sebelum rombongan PKL berpamitan, Pak Mustafa bergegas beranjak dari berugak sederhana yang menjadi tempat pertemuan siang itu. Rupanya, ia menuju rumah stup yang terletak tidak jauh dari berugak di mana mereka menyeruput kopi dan teh sembari mendengar cerita dan jawaban Pak Mustafa siang itu. Ada beberapa stup dia bawa dan buka di hadapan mereka. Rupanya, siang itu mereka mencicipi madu trigona sebagai hidangan penutup dari Pak Mustafa. Sesaat setelah itu, mereka pun berpamitan meninggalkan rumah Pak Mustafa.

"MARI BERSAMA-SAMA MENJAGA ALAM DAN LINGKUNGAN SEBAGAI WARISAN BAIK UNTUK ANAK CUCU KITA".

“TETAP SEMANGAT, JAGA KESEHATAN DAN UTAMAKAN KESELAMATAN DALAM BEKERJA.”

Salam Lestari

Salam Lingkungan Sehat

cloud
cloud

Mahasiswa PKL Universitas Mataram Belajar Madu Trigona Di Resort Meninting


blog

Tiga orang mahasiswa PKL Prodi Kehutanan UNRAM (Bambang Patmaraga, Maika Putri, dan Diajeng Aulya) berkunjung ke rumah Bapak Mustafa, Ketua KTH Hijau Makmur, Desa Gelangsar pada Sabtu (25/07/2020). Siang itu, ketiga mahasiswa tersebut ditemani oleh Kepala Resort Meninting I Wayan Teker, SP dan Bakti Rimbawan Arman. Banyak cerita tentang madu trigona sepanjang pertemuan siang itu. Pertanyaan-pertanyaan khas mahasiswa yang sedikit interogatif kadang-kadang muncul saat itu yang harus dijawab oleh Pak Mustafa. Sambil memegang daftar pertanyaan dan pulpen di tangannya, adik-adik mahasiswa PKL mencatat semua jawaban Pak Mustafa di dalam buku catatan mereka.

Sebelum rombongan PKL berpamitan, Pak Mustafa bergegas beranjak dari berugak sederhana yang menjadi tempat pertemuan siang itu. Rupanya, ia menuju rumah stup yang terletak tidak jauh dari berugak di mana mereka menyeruput kopi dan teh sembari mendengar cerita dan jawaban Pak Mustafa siang itu. Ada beberapa stup dia bawa dan buka di hadapan mereka. Rupanya, siang itu mereka mencicipi madu trigona sebagai hidangan penutup dari Pak Mustafa. Sesaat setelah itu, mereka pun berpamitan meninggalkan rumah Pak Mustafa.

"MARI BERSAMA-SAMA MENJAGA ALAM DAN LINGKUNGAN SEBAGAI WARISAN BAIK UNTUK ANAK CUCU KITA".

“TETAP SEMANGAT, JAGA KESEHATAN DAN UTAMAKAN KESELAMATAN DALAM BEKERJA.”

Salam Lestari

Salam Lingkungan Sehat

0   0

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini