Salah satu produk kopi yang sedang ramai dibicarakan di masyarakat Musi Rawas dan sekitarnya adalah KOPI SELANGIT. Kopi bubuk produksi dari Kelompok Tani Hutan Gumanti Lestari Jaya dan KTH Tunas Harapan Desa Karang panggung Kecamatan Selangit - Musi Rawas dengan slogan KOPI SELANGIT, RASA SELANGIT, HARGA MEMBUMI.
Wilayah Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas sebagian besar (+/- 60%) merupakan kawasan hutan, baik Kawasan Hutan Konservasi (TNKS) maupun Hutan Produksi Terbatas. Sebagai daerah hulu dari Sub DAS Lakitan sampai saat ini masih terjaga tutupan vegetasinya berupa Hutan Primer, Hutan Sekunder Kerapatan Tinggi maupun Areal Penggunaan Lain dengan sistem penanaman komoditi campuran atau yang dikenal dengan istilah AGROFORESTRY.

Agroforestry yang dikembangkan di wilayah tersebut adalah pengelolaan tanaman karet sebagai tanaman pokok dan tanaman kopi sebagai tanaman sela serta palawija dan padi mengisi stratifikasi terbawah sistem agroforestry tersebut.

KOPI SELANGIT

Selain karet, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas. Masyarakat banyak yang bertanam kopi namun belum mengembangkannya menjadi komoditas unggulan Kabupaten Musi Rawas dan hanya menjual kopi untuk memenuhi kebutuhan pengolahan biji kopi di wilayah Kota Lubuk Linggau dan sekitarnya. Proses pengolahan biji menjadi bubuk kopi dilakukan oleh pabrik tanpa melibatkan masyarakat lokal.
Melihat potensi yang besar dan belum dikembangkan, tahun 2015 BIOCLIME-GIZ bersama KPHP Lakitan menyelenggarakan pelatihan Market Analysis and Development (MA & D). Pelatihan yang melibatkan kelompok masyarakat sekitar hutan, diantaranya dari Desa Karang Panggung, Personil KPH dan NGO,untuk mengidentifaksi  serta melihat peluang usaha dari hasil hutan non kayu yang bernilai ekonomi, permintaan pasar yang tinggi serta mempunyai nilai untuk dapat dikembangkan sebagai usaha kelompok masyarakat. Hasil kegiatan memunculkan kopi sebagai komoditi unggulan.
Keuangulan KOPI SELANGIT diantaranya adalah diklaim sebagai kopi organik dengan menggunakan pupuk organik dalam proses diproduksi dan pengolahannya serta diproduksi dari biji kopi pilihan dan murni 100% biji kopi tanpa campuran bahan lainnya.

KOPI LUWAK SELANGIT
Kelompok Tani Hutan Tunas Harapan dan Gumanti Lestari Jaya selain memproduksi kopi organik juga memproduksi KOPI LUWAK LIAR SELANGIT.  Kopi luwak liar dihasilkan oleh luwak atau musang yang memakan biji kopi matang. Jenis musang liar yang memakan kopi di wilayah Kecamatan Selangit adalah Hemigalus derbyanus. Musang liar dengan warna bulu seperti Tasmanian Tiger ini banyak hidup di areal Hutan Konservasi dan Hutan Produksi Terbatas serta kebun masyarakat.  Hewan nokturnal (beraktivitas dimalam hari) ini hanya memakan kopi-kopi segar terbaik dan yang sudah matang atau berwarna merah. Masyarakat sekitar hutan sangat diuntungkan dengan adanya hewan tersebut yang hidup liar di hutan. Agar usaha Kopi Luwak Liar tetap berproduksi, masyarakat berkomitmen untuk menjaga keberadaan musang tersebut dengan tidak melakukan perburuan dan menjaga kelestarian hutan sebagai habitat luwak di sekitar wilayah mereka.

cloud
cloud

PRODUK KOPI SELANGIT


Salah satu produk kopi yang sedang ramai dibicarakan di masyarakat Musi Rawas dan sekitarnya adalah KOPI SELANGIT. Kopi bubuk produksi dari Kelompok Tani Hutan Gumanti Lestari Jaya dan KTH Tunas Harapan Desa Karang panggung Kecamatan Selangit - Musi Rawas dengan slogan KOPI SELANGIT, RASA SELANGIT, HARGA MEMBUMI.
Wilayah Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas sebagian besar (+/- 60%) merupakan kawasan hutan, baik Kawasan Hutan Konservasi (TNKS) maupun Hutan Produksi Terbatas. Sebagai daerah hulu dari Sub DAS Lakitan sampai saat ini masih terjaga tutupan vegetasinya berupa Hutan Primer, Hutan Sekunder Kerapatan Tinggi maupun Areal Penggunaan Lain dengan sistem penanaman komoditi campuran atau yang dikenal dengan istilah AGROFORESTRY.

Agroforestry yang dikembangkan di wilayah tersebut adalah pengelolaan tanaman karet sebagai tanaman pokok dan tanaman kopi sebagai tanaman sela serta palawija dan padi mengisi stratifikasi terbawah sistem agroforestry tersebut.

KOPI SELANGIT

Selain karet, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas. Masyarakat banyak yang bertanam kopi namun belum mengembangkannya menjadi komoditas unggulan Kabupaten Musi Rawas dan hanya menjual kopi untuk memenuhi kebutuhan pengolahan biji kopi di wilayah Kota Lubuk Linggau dan sekitarnya. Proses pengolahan biji menjadi bubuk kopi dilakukan oleh pabrik tanpa melibatkan masyarakat lokal.
Melihat potensi yang besar dan belum dikembangkan, tahun 2015 BIOCLIME-GIZ bersama KPHP Lakitan menyelenggarakan pelatihan Market Analysis and Development (MA & D). Pelatihan yang melibatkan kelompok masyarakat sekitar hutan, diantaranya dari Desa Karang Panggung, Personil KPH dan NGO,untuk mengidentifaksi  serta melihat peluang usaha dari hasil hutan non kayu yang bernilai ekonomi, permintaan pasar yang tinggi serta mempunyai nilai untuk dapat dikembangkan sebagai usaha kelompok masyarakat. Hasil kegiatan memunculkan kopi sebagai komoditi unggulan.
Keuangulan KOPI SELANGIT diantaranya adalah diklaim sebagai kopi organik dengan menggunakan pupuk organik dalam proses diproduksi dan pengolahannya serta diproduksi dari biji kopi pilihan dan murni 100% biji kopi tanpa campuran bahan lainnya.

KOPI LUWAK SELANGIT
Kelompok Tani Hutan Tunas Harapan dan Gumanti Lestari Jaya selain memproduksi kopi organik juga memproduksi KOPI LUWAK LIAR SELANGIT.  Kopi luwak liar dihasilkan oleh luwak atau musang yang memakan biji kopi matang. Jenis musang liar yang memakan kopi di wilayah Kecamatan Selangit adalah Hemigalus derbyanus. Musang liar dengan warna bulu seperti Tasmanian Tiger ini banyak hidup di areal Hutan Konservasi dan Hutan Produksi Terbatas serta kebun masyarakat.  Hewan nokturnal (beraktivitas dimalam hari) ini hanya memakan kopi-kopi segar terbaik dan yang sudah matang atau berwarna merah. Masyarakat sekitar hutan sangat diuntungkan dengan adanya hewan tersebut yang hidup liar di hutan. Agar usaha Kopi Luwak Liar tetap berproduksi, masyarakat berkomitmen untuk menjaga keberadaan musang tersebut dengan tidak melakukan perburuan dan menjaga kelestarian hutan sebagai habitat luwak di sekitar wilayah mereka.


 Unduh Berkas sini.


 Lihat Hasil Review

2   0

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini