Pelaihari - 20 September 2021, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat dan Penyuluh Kehutanan KPH Tanah Laut mengikuti pelatihan pembuatan video sebagai upaya meningkatkan kemampuan media informasi dan promosi di masing-masing wilayah tugasnya. 

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Resort Pengelolaan Hutan Tabunio dan diikuti oleh 
Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat sebanyak 20 orang serta Penyuluh Kehutanan KPH Tanah Laut 3 orang. 

Salah satu konten media yang paling populer dan memang kian dibutuhkan saat ini adalah konten-konten jurnalistik berbasis video (video jurnalistik). Salah satu kendala yang lazim dihadapi adalah masih rendahnya kemampuan pengelola media dalam mengumpulkan data, mengambil gambar dan menyunting sajian video yang memiliki nilai jurnalistik. Pelatihan ini adalah solusinya. 

                                       

Penggunaan smartphone dipilih dalam pelatihan saat ini. Smartphone bukan lagi menjadi barang mewah, hampir semua lapisan masyarakat mampu memiliki perangkat digital ini, apalagi sudah dilengkapi dengan kecangihan seperti merekam suara, video dan pengambilan foto yang tak kalah penting saat ini update status di sosial media serta browsing internet. 

Lalu, bagaimana cara membuat video jurnalistik agar lebih menarik untuk dilihat para pembaca dan pencari informasi? Pemandu pelatihan Wildani Nugraha mengatakan dalam pembuatan berita video, jangan pernah lupakan rumus 5W+1H atau "Asik Mimba". "Apa itu "Asik Dimba"? Apa, Siapa, Kapan, Di mana, Mengapa, dan Bagaimana," 

                                           

Selanjutnya, dalam pembuatan berita video, kita harus memperhatikan momentum penting dalam peristiwa. Sebab, momentum sangat penting dan tidak dapat dilewati. 

Jadi, sebaiknya kita harus lebih teliti dan peka untuk menyaring gambar mana saja yang memiliki momentum yang menarik atau yang harus didahulukan. Tentunya, hal ini sangat membantu saat kita memiliki gambar-gambar yang banyak. 

Audio pun, kata Wildan, juga harus diperhatikan. Ketika lokasi sangat ramai, sebaiknya kita menggunakan alat pengeras tambahan seperti microphone atau alat perekam untuk menjernihkan suara yang masuk ke dalam video. "Karena ketika kita mendapatkan suara yang bagus, itu akan membantu dan memperbagus video yang kita buat," ungkap dia. 

Lalu, kita juga harus menyesuaikan dengan irama video yang kita buat. Nada dari suara reporter serta intonasi suara pada narasi, kata dia, juga sangat mempengaruhi bagus atau tidaknya video berita yang ditonton. 

Narasi ini dilakukan dengan penambahan voice over yang bertujuan menambah deskripsi yang disajikan oleh video. Lalu, musik latar di belakang pun harus dapat mendukung video. Dengan demikian, para penonton bisa mengikuti alur cerita dalam video dengan baik. 

                                            

Berikan judul yang bagus dan memikat untuk berita video. Yaitu dengan mengenalkan subjek, memberikan gambar yang atraktif, menawarkan solusi yang realistis, serta membuat judul yang mampu memancing perhatian pencari informasi seperti menggunakan tanda tanya atau menggunakan angka. "Menggunakan tanda tanya juga membantu agar penonton tertarik menonton video jurnalistik yang kita buat," kata wildan. 

Dari kegiatan pelatihan ini Rahmad Riansyah, S.Hut.,MP selaku Kepala KPH Tanah Laut mengharapkan peserta agar dapat mengirimkan laporan berbentuk Video disetiap kegiatan di areal kerjanya masing-masing. Laporan tersebut dikirim dalam kurun waktu 2 minggu sekali. 

(Lukman Saputra,ST_KPH Tala)

cloud
cloud

PKSM dan Penyuluh Kehutanan KPH Tanah Laut Ikuti Video Editing Training


blog

Pelaihari - 20 September 2021, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat dan Penyuluh Kehutanan KPH Tanah Laut mengikuti pelatihan pembuatan video sebagai upaya meningkatkan kemampuan media informasi dan promosi di masing-masing wilayah tugasnya. 

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Resort Pengelolaan Hutan Tabunio dan diikuti oleh 
Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat sebanyak 20 orang serta Penyuluh Kehutanan KPH Tanah Laut 3 orang. 

Salah satu konten media yang paling populer dan memang kian dibutuhkan saat ini adalah konten-konten jurnalistik berbasis video (video jurnalistik). Salah satu kendala yang lazim dihadapi adalah masih rendahnya kemampuan pengelola media dalam mengumpulkan data, mengambil gambar dan menyunting sajian video yang memiliki nilai jurnalistik. Pelatihan ini adalah solusinya. 

                                       

Penggunaan smartphone dipilih dalam pelatihan saat ini. Smartphone bukan lagi menjadi barang mewah, hampir semua lapisan masyarakat mampu memiliki perangkat digital ini, apalagi sudah dilengkapi dengan kecangihan seperti merekam suara, video dan pengambilan foto yang tak kalah penting saat ini update status di sosial media serta browsing internet. 

Lalu, bagaimana cara membuat video jurnalistik agar lebih menarik untuk dilihat para pembaca dan pencari informasi? Pemandu pelatihan Wildani Nugraha mengatakan dalam pembuatan berita video, jangan pernah lupakan rumus 5W+1H atau "Asik Mimba". "Apa itu "Asik Dimba"? Apa, Siapa, Kapan, Di mana, Mengapa, dan Bagaimana," 

                                           

Selanjutnya, dalam pembuatan berita video, kita harus memperhatikan momentum penting dalam peristiwa. Sebab, momentum sangat penting dan tidak dapat dilewati. 

Jadi, sebaiknya kita harus lebih teliti dan peka untuk menyaring gambar mana saja yang memiliki momentum yang menarik atau yang harus didahulukan. Tentunya, hal ini sangat membantu saat kita memiliki gambar-gambar yang banyak. 

Audio pun, kata Wildan, juga harus diperhatikan. Ketika lokasi sangat ramai, sebaiknya kita menggunakan alat pengeras tambahan seperti microphone atau alat perekam untuk menjernihkan suara yang masuk ke dalam video. "Karena ketika kita mendapatkan suara yang bagus, itu akan membantu dan memperbagus video yang kita buat," ungkap dia. 

Lalu, kita juga harus menyesuaikan dengan irama video yang kita buat. Nada dari suara reporter serta intonasi suara pada narasi, kata dia, juga sangat mempengaruhi bagus atau tidaknya video berita yang ditonton. 

Narasi ini dilakukan dengan penambahan voice over yang bertujuan menambah deskripsi yang disajikan oleh video. Lalu, musik latar di belakang pun harus dapat mendukung video. Dengan demikian, para penonton bisa mengikuti alur cerita dalam video dengan baik. 

                                            

Berikan judul yang bagus dan memikat untuk berita video. Yaitu dengan mengenalkan subjek, memberikan gambar yang atraktif, menawarkan solusi yang realistis, serta membuat judul yang mampu memancing perhatian pencari informasi seperti menggunakan tanda tanya atau menggunakan angka. "Menggunakan tanda tanya juga membantu agar penonton tertarik menonton video jurnalistik yang kita buat," kata wildan. 

Dari kegiatan pelatihan ini Rahmad Riansyah, S.Hut.,MP selaku Kepala KPH Tanah Laut mengharapkan peserta agar dapat mengirimkan laporan berbentuk Video disetiap kegiatan di areal kerjanya masing-masing. Laporan tersebut dikirim dalam kurun waktu 2 minggu sekali. 

(Lukman Saputra,ST_KPH Tala)

1   0
Bagikan :

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini