Pelaihari - Rabu (08/11) KPH Tanah Laut telah melaksanakan kunjungan ke KTH Baru Kura dan LPHD Sungai Bakar, yang dilakukan oleh Kepala KPH Tanah Laut Rudiono Herlambang, S.Hut., MM dan Kepala Seksi Perlindungan Hutan Agus Suparno, SST beserta staf.



Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan pengecekan alat serta bahan pengolahannya. KTH Batu Kura telah lama dikenal sebagai sentra kemiri.

Alat pemecah kemiri yang ada bisa memproses sekitar satu ton kemiri dan belasan lemari es itu masing-masing dapat menyimpan sekitar 35 kilogram kemiri yang akan dipecah.



"Diharapkan KTH Batu Kura dapat memproduksi kemiri hingga keluar Pelaihari serta dapat meningkatkan hasil produksinya" ucap Rudiono.



Selanjutnya kunjungan ke Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin. LPHD Sungai Bakar memproduksi pupuk granul organik yang berasal dari bahan utamanya yaitu kotoran sapi, kotoran ayam, dan solid sawit. Ketiga bahan tersebut dicampur menjadi satu yang kemudian di cacah menggunakan mesin pencacah, diaduk dan diayak menggunakan mesin pengayak supaya terpisah antara butiran halus dan butiran kasar. Pupuk yang telah diayak tadi dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam mesin granul lalu ditambahkan air.



Saat ini pemasaran pupuk granul organik diproduksi bila ada pesanan saja.

Harapan untuk kedepannya dalam pemasaran diharapkan jangkauan penjualannya lebih luas.

cloud
cloud

KEPALA KPH TANAH LAUT KUNJUNGI KTH BATU KURA DAN LPHD SUNGAI BAKAR


blog

Pelaihari - Rabu (08/11) KPH Tanah Laut telah melaksanakan kunjungan ke KTH Baru Kura dan LPHD Sungai Bakar, yang dilakukan oleh Kepala KPH Tanah Laut Rudiono Herlambang, S.Hut., MM dan Kepala Seksi Perlindungan Hutan Agus Suparno, SST beserta staf.



Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan pengecekan alat serta bahan pengolahannya. KTH Batu Kura telah lama dikenal sebagai sentra kemiri.

Alat pemecah kemiri yang ada bisa memproses sekitar satu ton kemiri dan belasan lemari es itu masing-masing dapat menyimpan sekitar 35 kilogram kemiri yang akan dipecah.



"Diharapkan KTH Batu Kura dapat memproduksi kemiri hingga keluar Pelaihari serta dapat meningkatkan hasil produksinya" ucap Rudiono.



Selanjutnya kunjungan ke Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin. LPHD Sungai Bakar memproduksi pupuk granul organik yang berasal dari bahan utamanya yaitu kotoran sapi, kotoran ayam, dan solid sawit. Ketiga bahan tersebut dicampur menjadi satu yang kemudian di cacah menggunakan mesin pencacah, diaduk dan diayak menggunakan mesin pengayak supaya terpisah antara butiran halus dan butiran kasar. Pupuk yang telah diayak tadi dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam mesin granul lalu ditambahkan air.



Saat ini pemasaran pupuk granul organik diproduksi bila ada pesanan saja.

Harapan untuk kedepannya dalam pemasaran diharapkan jangkauan penjualannya lebih luas.

6   0
Bagikan :

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini