Pelaihari - Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan di Pesisir Pantai Sungai Bakau Kec. Kurau Kab. Tanah Laut. Dihadiri langsung oleh Bupati Tanah Laut diwakilkan oleh Camat Kurau, Perwakilan Kepala Desa Sungai Bakau, Pimpinan PT.PNM cabang Banjarmasin, Pimpinan Jasa Raharja Cabang Kalsel, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup Prov.Kalsel, Dinas Pariwisata Kab. Tanah Laut, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemulihan dan Lingkungan Hidup Kab. Tanah Laut, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab. Tanah Laut, Polsek Kurau, Danramil Kurau, Kepala KPH Tanah Laut Rahmad Riansyah,S.Hut., M.P, Kasi Perlindungan Hutan Agus Suparno, SST, Kasi Pemanfataan Hutan Paidil,S.Hut dan Staf serta warga setempat. (18/08) 

PT. PNM sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara yang menjalankan fungsi bisnis dan tugas Agent of Development dengan memberikan pembiayaan dan pendampingan usaha melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Sebagai salah satu bukti tanggung jawab nya serta sekaligus bukti komitmen terhadap masyarakat PT. PNM ikut berkontribusi dan berpartisipasi dalam program Rehabilitasi dan Konservasi Ekosistem Mangrove. Adapun jumlah bibit yang ditanam sebanyak 7000 batang dengan jenis Mangrove Rhizophora. 

      

Kepala KPH Tanah Laut Rahmad Riansyah,S.Hut.,M.P menyampaikan Tanaman mangrove memiliki berbagai manfaat dan peran yang amat krusial bagi keberlanjutan lingkungan. Hutan mangrove diyakini bermanfaat menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi dari gelombang badai, arus ombak dan pasang surut. Sistem akar mangrove yang rumit juga membuat hutan ini menarik bagi ikan dan organisme lain yang mencari makanan dan berlindung dari predator. "Ucap beliau. 

Indonesia sendiri memiliki lahan mangrove terluas di dunia yakni seluas 3,3 juta hektar yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Topografi wilayah pesisir pantai sungai bakau yang sebagian berbatasan langsung dengan garis pantai yang cukup panjang, inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Penanaman mangrove menjadi salah satu hal yang cukup signifikan untuk menjaga supaya terhindar dari bahaya abrasi, pasang surut air laut yang berakibat pada abrasi dan hal lainnya. 

Proses pelestarian tidak dilakukan hanya sebatas awal fase penanaman semata, tetapi dilanjutkan dengan perawatan demi hasil yang maksimal. 

Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera. 

cloud
cloud

HIJAUKAN PESISIR PANTAI KPH TALA LAKSANAKAN PENANAMAN MANGROVE BERSAMA PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI


blog

Pelaihari - Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan di Pesisir Pantai Sungai Bakau Kec. Kurau Kab. Tanah Laut. Dihadiri langsung oleh Bupati Tanah Laut diwakilkan oleh Camat Kurau, Perwakilan Kepala Desa Sungai Bakau, Pimpinan PT.PNM cabang Banjarmasin, Pimpinan Jasa Raharja Cabang Kalsel, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup Prov.Kalsel, Dinas Pariwisata Kab. Tanah Laut, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemulihan dan Lingkungan Hidup Kab. Tanah Laut, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab. Tanah Laut, Polsek Kurau, Danramil Kurau, Kepala KPH Tanah Laut Rahmad Riansyah,S.Hut., M.P, Kasi Perlindungan Hutan Agus Suparno, SST, Kasi Pemanfataan Hutan Paidil,S.Hut dan Staf serta warga setempat. (18/08) 

PT. PNM sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara yang menjalankan fungsi bisnis dan tugas Agent of Development dengan memberikan pembiayaan dan pendampingan usaha melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

Sebagai salah satu bukti tanggung jawab nya serta sekaligus bukti komitmen terhadap masyarakat PT. PNM ikut berkontribusi dan berpartisipasi dalam program Rehabilitasi dan Konservasi Ekosistem Mangrove. Adapun jumlah bibit yang ditanam sebanyak 7000 batang dengan jenis Mangrove Rhizophora. 

      

Kepala KPH Tanah Laut Rahmad Riansyah,S.Hut.,M.P menyampaikan Tanaman mangrove memiliki berbagai manfaat dan peran yang amat krusial bagi keberlanjutan lingkungan. Hutan mangrove diyakini bermanfaat menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi dari gelombang badai, arus ombak dan pasang surut. Sistem akar mangrove yang rumit juga membuat hutan ini menarik bagi ikan dan organisme lain yang mencari makanan dan berlindung dari predator. "Ucap beliau. 

Indonesia sendiri memiliki lahan mangrove terluas di dunia yakni seluas 3,3 juta hektar yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Topografi wilayah pesisir pantai sungai bakau yang sebagian berbatasan langsung dengan garis pantai yang cukup panjang, inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Penanaman mangrove menjadi salah satu hal yang cukup signifikan untuk menjaga supaya terhindar dari bahaya abrasi, pasang surut air laut yang berakibat pada abrasi dan hal lainnya. 

Proses pelestarian tidak dilakukan hanya sebatas awal fase penanaman semata, tetapi dilanjutkan dengan perawatan demi hasil yang maksimal. 

Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera. 

12   0
Bagikan :

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini