Kepala KPH Tasik Besar Serkap menerima penghargaan juara III Knowledge Asset Kemen LHK di Jakarta.(Foto: Ist)

JEJAKRIAU.CO(SIAK)-Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tasik besar serkap, Dr. Andri, S. HUT, menerima penghargaan penyusunan Knowledge Asset Kegiatan Pembangunan KPH dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Penyerahan penghargaan yang bertempat di Hotel Kimaya by Harris Slipi Jakarta, dilakukan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kemen LHK, Dr. Ir. Mahfudz, MP didampingi Kepala Pusat Data dan Informasi, Dr. Edi Sulistiyo Hery Susetyo, S. HUT, M.Si, Kamis 25 Agustus 2022 lalu.

Dr. Andri S.HUT mengaku sangat bersyukur dan berbahagia atas apa yang diraih oleh KPH Tasik Besar Serkap. Prestasi ini tak terlepas dari peran serta Dr. Ir. Ma'mun Murrod selau Kadis LHK Riau dalam memberikan pembinaan.

Knowledge Asset yang ditampilkan KPH Tasik Besar Serkap dengan judul Budidaya Madu Kelulut ini mengambil lokasi pengambilan video bertempat di areal Kelompok Tani Hutan (KTH) Taruna Jaya Kampung Benteng Hilir Kecamatan Mempura kabupaten Siak Provinsi Riau.

Kelompok tani ini merupakan binaan KPH Tasik Besar Serkap yang mendapatkan bantuan dana hibah dari World Bank dalam Forest Investment Program (FIP) ll dalam kegiatan budidaya madu kelulut. 

"Video tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pengetahuan bagi masyarakat luas yang berkeinginan membudidayakan madu kelulut," pungkas Andri, Kepala KPH Tasik Besar Serkap.

Senada itu, Ketua KTH Taruna Jaya Kampung Benteng Hilir, Edi Sofyan didampingi bendahara Joko Farianto mengatakan sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian prestasi ini.

FIP ini dapat membantu perekonomian masyarakat. Penghasilan dari madu kelulut ini kini sudah meningkat, perbulannya bisa mencapai angka Rp6 juta. "Dibagikan pertahun kepada kelompok," kata Edi Sofyan.,

Lebih lanjut, Edi berharap pemerintah juga dapat membantu mengembangkan produk turunan dari madu lebah kelulut ini, seperti propolis misalnya. 

"Di samping itu, kami juga mempunyai madu ternak dan madu Sialang, produk turunannya bisa seperti sabun yang berbahan dasar madu," tutur Edi.(Wahyu)

Sumber : jejakriau.co

cloud
cloud

Budidaya Madu Kelulut KTH Taruna Jaya Benteng Hilir Juara Nasional Knowledge Asset Kementerian LHK


blog

Kepala KPH Tasik Besar Serkap menerima penghargaan juara III Knowledge Asset Kemen LHK di Jakarta.(Foto: Ist)

JEJAKRIAU.CO(SIAK)-Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tasik besar serkap, Dr. Andri, S. HUT, menerima penghargaan penyusunan Knowledge Asset Kegiatan Pembangunan KPH dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Penyerahan penghargaan yang bertempat di Hotel Kimaya by Harris Slipi Jakarta, dilakukan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kemen LHK, Dr. Ir. Mahfudz, MP didampingi Kepala Pusat Data dan Informasi, Dr. Edi Sulistiyo Hery Susetyo, S. HUT, M.Si, Kamis 25 Agustus 2022 lalu.

Dr. Andri S.HUT mengaku sangat bersyukur dan berbahagia atas apa yang diraih oleh KPH Tasik Besar Serkap. Prestasi ini tak terlepas dari peran serta Dr. Ir. Ma'mun Murrod selau Kadis LHK Riau dalam memberikan pembinaan.

Knowledge Asset yang ditampilkan KPH Tasik Besar Serkap dengan judul Budidaya Madu Kelulut ini mengambil lokasi pengambilan video bertempat di areal Kelompok Tani Hutan (KTH) Taruna Jaya Kampung Benteng Hilir Kecamatan Mempura kabupaten Siak Provinsi Riau.

Kelompok tani ini merupakan binaan KPH Tasik Besar Serkap yang mendapatkan bantuan dana hibah dari World Bank dalam Forest Investment Program (FIP) ll dalam kegiatan budidaya madu kelulut. 

"Video tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pengetahuan bagi masyarakat luas yang berkeinginan membudidayakan madu kelulut," pungkas Andri, Kepala KPH Tasik Besar Serkap.

Senada itu, Ketua KTH Taruna Jaya Kampung Benteng Hilir, Edi Sofyan didampingi bendahara Joko Farianto mengatakan sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian prestasi ini.

FIP ini dapat membantu perekonomian masyarakat. Penghasilan dari madu kelulut ini kini sudah meningkat, perbulannya bisa mencapai angka Rp6 juta. "Dibagikan pertahun kepada kelompok," kata Edi Sofyan.,

Lebih lanjut, Edi berharap pemerintah juga dapat membantu mengembangkan produk turunan dari madu lebah kelulut ini, seperti propolis misalnya. 

"Di samping itu, kami juga mempunyai madu ternak dan madu Sialang, produk turunannya bisa seperti sabun yang berbahan dasar madu," tutur Edi.(Wahyu)

Sumber : jejakriau.co

0   0
Bagikan :

Ada pertanyaan mengenai pengalaman ini ? Diskusikan pada kolom komentar ini